Rabu, 06 Februari 2013

JIN dan JUN

Inget sinteron yang dibintangin Syahru Khan? Eh Syahrul Gunawan. Dimana pada masanya sangat digilai kamum abegeh wanita? =eh syahrul! Gila loe! orang gila dasar!=
tampang cupu kek gitu emang pantes di GILA i

Tapi, taukah kamu kalau Jin itu hidup kek kita juga. Kek manusia pada umumnya. Begini penjelasannya:
Abu Hidzaifah Ishaq bin Basyar mengatakan dalam kitab Al-Mabda’ bahwaAbdullah bin Amr bin al-Ash berkata, “Jin diciptakan dua ribu tahun sebelum penciptaan Adam.”
Juwaibir memberikan kabar dari Adh-Dhahhak dari Ibn Abbas bahwa ia mengatakan, “Jin merupakan penghuni bumi, sementara malaikat adalah penghunilangit; merekalah yang meramaikan langit.Di setiap langit terdapat malaikat. Setiap penghuni langit selalu melakukan salat, bertasbih (menyucikan Tuhan), dan selalu berdoa. Penghuni langit yang lebih tinggi memiliki ibadah, doa salat, dan tasbih yang lebih banyak dibandingkan penghuni langitdi bawahnya. Jadi, malaikat itu adalah penghuni langit, sementara jin adalah penghuni bumi.”
Ishaq juga mendapatkan berita dari Abu Ra’uf yang mendapatkannya dari Ikrimah yang mendapatkannya dari Ibnu Abbas, “Ketika Allah menciptakan bapaknya jin, Samum, yang dijadikannya dari nyala api, Ia berkata, ‘Hai jin, mintalah yang kamu inginkan!’ Jin menjawab, ‘Kami berharap agar kami dapat melihat manusia, tetapi kami tidak terlihat oleh mereka, agar kami menghilang di bawah tanah, dan kami tidak mati dalam keadaan tua renta, melainkan muda dulu’.” Artinya, bangsa jin bisa melihat tetapi tidak terlihat oleh manusia. Jika mati, mereka menghilang di dalam tanah, dan tidak mati sampai kembali muda.
Ishaq mengatakan, “Telah mengabarkan kepada saya Juwaibir dan Utsman dengan isnad mereka berdua bahwa Allah menciptakan jin dan memerintahkan mereka untuk menghuni bumi. Mereka menyembah Allah sampai batas waktu yang cukup lama, kemudian mereka mulai berbuat maksiat kepada Allah dan suka melakukan pertumpahan darah. Dalam lingkungan mereka dikenal seorang raja bernama Yusuf yang kemudian dibunuh oleh mereka. Lalu, Allah mengutus tentara dari malaikat yang berada di langit kedua. Dikatakan pula bahwa dalam kalangan jin terdapat iblis, berjumlah empat ribu makhluk jin, kemudian mereka turun dan membawa anak-anak jin dari bumi, mereka menjadi kuat dan mengikuti pemuka-pemukanya di pulau-pulau laut. Iblis dan tentara yang bersamanya tinggal di bumi. Karena mereka banyak, pekerjaan yang dilakukan menjadi mudah dan mereka pun senang tinggal di sana.”
As-Suyuthi di dalam Luqath al-Marjan fi al-Ahkam al-Jan menyebutkan bahwa Muqatil dan Juwaibir memberitahukan dari Adh-Dhahhak, dari Ibn Abbas, ia mengatakan, “Ketika Allah hendak menciptakan Adam, Ia berkata kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang khalifah di muka bumi ini.’ Kemudian, malaikat bertanya, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu makhluk yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah’.” Ibn Abbas berkata, “Para malaikat tidak mengetahui sesuatu yang gaib. Mereka menganggap perbuatan anak Adam seperti perbuatan para jin. Sehingga, mereka mengatakan apakah Tuhan akan menjadikan makhluk yang suka merusak seperti bangsa jin membuat kerusakan dan suka menumpahkan darah, sebagaimana bangsa jin menumpahkan darah, seperti perbuatan yang mereka lakukan dengan membunuh nabi mereka yang bernama Yusuf.”
As-Suyuthi mengomentari riwayat-riwayat di atas bahwa sanad-sanadnya rusak. Abu Hudzaifah seorang yang suka berbuat kebohongan, Juwaibir diabaikan perkataannya, sedangkan Adh-Dhahhak tidak mendengarkan secara langsung dari Ibn Abbas.
Tetapi, Al-Hakim meriwayatkan di dalam kitab Al-Mustadrak dan menganggap sahih sebuah riwayat dari Ibn Abbas, yang ia mengatakan, “Allah berkata, ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di bumi ini.’ Mereka (para malaikat) bertanya, ‘Apakah Engkau akan menjadikan makhluk yang suka membuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah?’ Dua ribu tahun sebelum itu telah diciptakan jin; mereka membuat kerusakandan melakukan pertumpahan darah. Lalu, Allah mengutus tentara dari kelompok malaikat. Para tentara itu memukul para jin, sehingga mereka terdampar di kepulauan laut. Karena itu, ketika Allah berkata kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ini,’ mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu makhluk yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,’ sebagaimana yang telah diperbuat oleh para jin.”
Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim, dan Abu asy-Syekh (dalam kitan Al-’Azhamah) meriwayatkan dari Abu al-’Aliyah, “Allah SWT menciptakan malaikat pada hari Rabu, menciptakan jin pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jumat. Kemudian, satu kaum dari jin ingkar dan kafir, sehingga malaikat turun ke bumi lalu memerangi mereka. Jadi, pertumpahan darah dan kerusakan berlangsung. Karena itu malaikat berkata, ‘Mengapa Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi itu makhluk yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah’.”
Dalam kitab Al-’Azhamah, Abu asy-Syekh berkata, “Saya mendapatkan berita dari Ahmad bin Muhammad al-Mashahafi, dari al-Bara, dari Abdul Mun’im bin Idris, dari bapaknya, ia berkata, ‘Wahab menyebutkan dari Ibn Abbas, ia mengatakan, ‘Allah menciptakan surga sebelum neraka, menciptakan rahmatnya sebelum kemarahan-Nya, menciptakan langit sebelum bumi, menciptakan matahari dan bulan sebelum bintang-bintang, menciptakan siang sebelum malam, menciptakan laut sebelum daratan,menciptakan daratan dan bumi sebelum gunung-gunung, menciptakan malaikat sebelum para jin, menciptakan jin sebelum manusia, dan menciptakan jenis laki-laki sebelum jenis perempuan’.”
Kisah-kisah tentang jin ini sifatnya boleh percaya boleh tidak, karena ilmunya ada pada Allah. Tetapi mengenai keberadaan mereka, semua sepakat bahwa mereka sama-sama makhluk mukallaf – yang terkena hukum wajib menyembah dan beribadah kepada Allah – seperti kita manusia.
Source : darisini

Nb: Semoga ga pusing baca nya. -hihi-

SAKIT GIGI + SARIAWAN

Sakit gigi di blend sama sariawan itu......
sariawan

Bagaikan menelan bola api oren yang baru aja keluar dari oven
(ga) lebih baik sakit gigi daripada sakit hati
Bagaikan melihat paris hilton nongkrong di kebon sambil nonton tronton

Bagaikan meluncur bersama paus najis dikelilingi banci2 narsis di pantai onasis

Bagaikan diiris sembilu, dirajam granat.


aaaarrrrrrrrrghhhhhhhh!!!

Selasa, 05 Februari 2013

Mentang - Mentang

◘ Mentang - mentang gas 3 kilo lagi langka, sekalinya ada, jual seenak udel nya (eerr, emang udel itu enak yah?)
◘ Mentang - mentang disini butuh uang, trus bisa nyuruh2 seenak udel nya (eerr, anjing udel tuh lucu, ga enak. udel = pudel)
◘ Mentang - mentang mo cao dari sini, ga mau ngerjain jobdesknya dan mengalihkan ke orang laen seenak udelnya (BARU!! Udel rasa soto ayam)

◘ Mentang - mentang bisa bca blog ini, trus bisa ninggalin blog ini tanpa komen seenak udelnya (SMU = Semua Makan Udel)

hmm,, bau udel

Senin, 04 Februari 2013

CERAI!!!

Hush! Jangan coba2 berfikir subject diatas terjadi sama gw yah. *amit2 jabang bebi* ketok2 meja kayu.
liat deh, mereka tuh saling cinta, saling memuja. sekarang bercerai. #eh!
Barusan, iseng surfing di dunia luna maya, iseng liat gosip terkini dan berita yang lagi hot2nya, gw nemuin berita kek diatas. TITI SYUMAN MENGGUGAT CERAI SUAMINYA. Duh, padahal Titi Syuman salah satu idola gw loh. Eksotis, cantik dan smart. Wanita baru bisa dikatakan wanita, kalo smart. Kalo gw c, ngutip kata2nya Britney aja deh "I'm not a girl. Not yet a woman". Kadang, kalo lagi nonton IMB (Istri Mencari Babu), suka jadi bahan beranteman sama oom. Oom ga suka Tisyu (Titi Syuman) karena terlalu bawel katanya (padahal itu yang bikin si Tisyu ini kliatan smart kan yah? Dari cara bicara dan isi pembicaraannya).
 
Kadang, kalo kepoin tweet nya artis2, si Tisyu ini suka bikin gw keki sendiri. Envy with her. Gw suka ngiri sama keromantisan antara Wong Aksan dan bininye ini. Kalo di tweetnya, mereka saling memuja. Saling mention. Saling.. ah,, gw ga gitu sama oom.
Kalo gw nonton tayangan yang macem romantic drama ato yang isinya menyentuh hati, bikin melting dan nangis bombay, kalo ga di pindahin salurannya sama oom, kalo ga oom pergi kemana gitu biar ga gw liatin pake tatapan mupeng. Ato ga, oom bakal bilang seribu No kalo gw ajak nonton pelem romantis.
nih, buat nonton pelem ini ga habis pake rayuan pulau kelapa. oom tetep keukeuh ga mo nonton. gw terpaksa tunggu bajakan aja.
Kalo misalnya gw uda ngiri2 gitu, sambil merajuk minta diperlakukan sama kek yang gw liat di tv, bioskop ato gw baca di buku. Biasanya oom bakal bilang "ga semua yang kamu liat itu kenyataan. itu cuma tuntutan peran. namanya juga di tv/bioskop". Tapi, kalo misal gw liat acara nyata, misal di acara infotainment gitu, dimana sang lelaki sangat romantis memperlakukan wanitanya (jelas bukan tuntutan peran kan?), oom bilang "liat aja, bentar lagi juga ketauan jeleknya tuh. kalo cowo romantis, biasanya ga setia. mending saya, cuek begini, tapi saya setia. cuma sama kamu". So sweet, iya. Cuma bikin gondokkkkk...
Kalo liat temen2 yang berprilaku romantis ato malah diromantisin pasangannya, dan gw menuntut diperlakukan serupa ke oom. Oom bakal bilang "romantis itu ga harus berkata2 manis ato bersikap so sweet. tapi setia dimanapun dan kapanpun, itu lebih dari romantis". Trus oom suka bilang lagi kalo gw makin merajuk minta dibeliin bunga ato coklat ato minta dibikinin surpraise2 manis gitu, "Sekarang romantis, besok bisa cerai/putus lho. Mending cuek aja, tapi forever". Aaarrgghh.. gw habis ide mo gimanain oom lagi biar sadar dan memperlakukan gw secara romantis.
 
Hari ini, karena gigi gw yang makin senut2 makin sore, oom mo jemput gw kerja (oom masuk kerja malem juga sih, makanya bisa jemput gw). Biasanya dijalan gw bakal ngobrol sama oom. Ngobrol apa aja. Dan biasanya gw suka ngobrol info terkini. Kalo kemaren gw ngobrolin soal suap daging sapi, kali ini gw bakal cerita soal Tisyu ini. Daaaannn... pasti oom bakal komen dengan rasa juara nya karena oom benar. Romantis ga selalu setia. Setia itulah wujud sesungguhnya dari romantis.
 
Siapa yang agree juga sama oom???
 
 

Alhamdulillah

Kalo mo guling2 ke belakang, (rajin) baca postingan gw mengenai hubungan menantu dan mertua. Sempet jadi head topic di blog gw ini. Gw ga mo pamer kalo hubungan gw sebagai menantu ke mertua gw itu baik2 saja ato malah sangat tidak baik. -menurut gw biasa aja-

Seperti postingan gw sebelum ini, gw kan maen ke mertua gw,,, dannnn mertua gw ngasi tau, kalo tas gw, tas kesayangan gw yang uda robek, saking sayangnya gw sama tuh tas, gw pake mulu sampe robek2 dan hampir putus tali nya (buset, gw make tas buat cambuk pencopet sama bawa semen kali yah). Intinya mertua gw bilang, tas gw uda direparasi. Diganti tali nya dan dijait yang robek2nya. Duh! Gw ga percaya. Padahal dulu, gw uda kemana2 dari satu tukang reparasi tas satu ke yang laen, semua angkat tangan soal tas gw ini.

Pas gw cek, ya ampunn.. rasanya gw pengen nyium mertua gw ituu.. ♥♥ Tas gw kek baru lagi. Beneran deh. Tas gw ini bahanya semi kulit gitu. Ukurannya besar, tapi bahannya jatoh gitu. Jadi makenya tuh ngepas badan. #eh!. Yah pokoknya oke banget deh. Keluaran ehm ehm gitu deh dengan harga yang wow banget. *ga mau pamer, tapi pamer. hihihi*

Hari ini gw pake lho...

Mertua gw baekkk banget dehhhh.... -mewek-

Beneran kan, tinggal 'jauh' dari mertua itu, bikin menantu disayang mertua.

Sekarang, setiap mertua gw maen ke ruma gw, suka bawain makanan ato buah kesukaan gw. IYA. Kesukaan gw. Bukan kesukaan oom, yang adalah anak kandungnya. Ihiy!
 

OUCH!!!

Sabtu malem, gw sama oom ke dokter gigi. Setelah seminggu sebelomnya gw kesono bareng umi, bian dan vinny. Umi scalling, vinny tambal gigi. Bian, cek gigi (karena umurnya baru 4 tahun, jadi ga dilakukan tindakan apa2). Dan gw, gw yang bayar semua tindakan medis ke umi dan Vinny. ☺
Nah, malem minggu ntu, kebetulan ada oom di rumah. Gw mo nyuruh oom scalling (ngebersihin plak di gigi), cuma gw mo nyuruh dia secara eksplisit. Secara oom adalah orang yang sangat anti rumah sakit, dokter, obat dan segala macem yang berhubungan sama seragam putih2 di suatu instansi kesehatan. Gw bilang sama oom, gw mo bedah buku mulut, mo operasi pencabutan geraham bungsu gw. Sebenernya geraham bungsu gw ini 'belom' terlalu menyusahkan gw walopun tumbuhnya miring dan mendesak geraham didepannya.
ini bukan gambar gigi gw, cuma beginilah penggambaran kondisi geraham gw
Cuma, setiap gw scalling, pas scalling di bagian kiri bawah ujung gigi, telinga kiri gw suka berdenging kenceng banget. Dan kalo makan, makanannya suka nyelip disela2 gigi geraham bungsu yang numbuhnya tiduran itu. Dan sering bikin pipi bagian dalem gw luka alias sariawan. Untuk menghindari kenyataan2 pahit (sariawan dan segala macemnya) yang diakibatkan dari miringnya gigi geraham bungsu gw, gw harus melakukan operasi pencabutan gigi. Bedah mulut guna mencabut gigi geraham (yang masih sehat bugar). Kalo pencabutan gigi yang emang udah sakit ato bolong ato rusak ato malah udah busuk, gw ga bakal separno ini. Tapi, gigi gw yang sehat bugar gemah ripah loh jinawi harus menyudahi masa hidupnya di mulut gw dengan jalan operasi, Gw serasa mo ngegugurin kandungan tau ga? Serasa mau menghabisi nyawa seseorang yang tanpa dosa. Emang salah gigi geraham gw apa kalo dia ternyata numbuhnya miring? Emang salah gigi geraham gw kalo gw jadi sering sariawan dan bikin ga nyaman hidup? Emang salah Olga, sehingga Raffi Ahmad kecanduan narkoba? Emang salah siapa dong?? -hayo ngacung yang merasa salah!-
sariawan oh sariawan
Berhubung gw itu takut (bukan anti) sama jarum dan teman2nya yang pasti bakal hadir saat tindakan medis, gw maju mundur mo operasi pencabutan gigi geraham bungsu gw itu. Jujur, gw takut banget saat ujung jarum yang tajem itu mencium ga lembut permukaan kulit gw. Kalo bukan dalam misi kemanusiaan, gw ogah banget deh dicium jarum segede gaban buat donor darah tiap 4 bulan sekali. Gw lebih milih minum obat kalo sakit, daripada gw harus disuntik, enjus enjus enjus..
Yah, pada akhirnya gw ke dokter gigi juga Sabtu malem buat operasi plastik pencabutan gigi geraham bungsu gw. Pas gw sampe sana, dokternya uda gw kenal sebelumnya, menenangkan hati gw. Disamping ada oom juga disamping gw. Gw duduk di kursi panas, dan dilakukan foto (rontgen) gigi gw. Ternyata, gigi geraham gw itu numbuhnya nanggung tapi udah tua juga, karena uda nempel sama gigi di depannya. Dokternya bilang, rasanya ga bakal sakit kecuali pada saat disuntik bius. Karena suntiknya itu ga lurus, tapi bengkok2 gitu pas udah didalem gusi. Gw tegang, udah spaneng, segala penjelasan dokternya cuma numpang lewat di telinga gw. Gw disuntik di gusi tempat numbuhnya gigi di depan geraham bungsu gw itu, abis itu disuntik lagi pipi kiri gw, bibir kiri gw dan lidah gw. Pas mo nyuntik gusi tempat geraham bungsu gw itu akan dieksekusi, dokternya nemuin kendala. Gusinya ga bisa ditembus sama jarum yang biasa dipake dokter nyuntik gw barusan. Dokternya sampe 3x ganti jarum dengan ukuran yang lebih besar dan besar lagi, semua berakhir dengan bengkoknya jarum suntik itu. Sumpah, gw bukan keturunan pesulap yang mampu bengkokin jarum kok. Gw parno. Gw takut ntr disuruh ganti rugi jarum2 yang uda gw bengkokin itu. #eh!
Gusi gw nyut2an, sakit sampe gw keluar aer mata. Berhubung bibir, pipi, lidah gw uda baal, uda mati suri rasa, dokter pun melanjutkan eksekusinya. Artinya gigi geraham gw bakal dicabut tanpa pembiusan di gusi tempat gigi geraham bungsu gw itu tumbuh. HOROR? BANGET! Gw ga bisa dibius didaerah itu karena ternyata, didalem gusi gw itu ternyata adalah tulang, jadi, ketemu deh 'penjahat'nya selama ini kenapa gigi geraham bungsu gw numbuh miring, karena gusi tempat gigi geraham bungsu gw itu tumbuh adalah sebuah tulang. Senyawa yang padat dan keras.
*narik nafas dulu*
Gw tabahkan hati gw, dan juga oom yang langsung pasang muka prihatin atas 'penderitaan' gw yang sebentar lagi gw mulai. Sang algojo, yaitu dokter gigi yang sebenernya gw kenal baik, berubah jadi sangat jahat dimata gw saat itu. Bor, pencongkel gigi, jarum dan sebagainya mampir ke mulut gw. Awalnya ngilu berubah jadi sakit maha dahsyat saat dokternya tarik2nya nyongkel gigi gw. Dan kenyataan pahit harus gw terima lagi. Akar gigi geraham bungsu gw yang berasa didalem gusi, bentuknya macem bunga. Menyebar. Dan, jangan fikir, akar yang gw maksud disini sama dengan akar pohon yang bentuknya berserabut dan rapuh ya?. Bentuk akar gigi adalah gigi itu sendiri yang berada dibawah gusi. Ditambah, gigi geraham bungsu gw nempel banget sama gigi geraham depannya. Jadi, dokter gigi mencongkel dulu, memisahkan gigi geraham bungsu gw dengan geraham didepannya, itu udah sangat menyakitkan. Trus, geraham bungsu gw di bor, dicongkel, ditarik biar kecabut. Darah dimana2, walopun udah disedot sama penyedot liur, tangan gw kena muncratan darah dari gusi gw. Ya, darah gw muncrat sampe kena celemek yang dokter dan gw pake. Itu bisa terjadi karena akar yang gw sebutin tadi. Normalnya, akar gigi adalah berbentuk lurus dan biasanya bentuknya makin kebawah, makin mengecil. Ini gw engga. gw malah makin melebar. Dokternya mengeluarkan segenap tenaga sampe keringetan buat narik gigi gw, walopun gusi gw uda dibelah sana sini, tetep aja, akar yang mau ditarik itu letaknya di dalem gusi yang gw bilang ada tulangnya itu. Gw nyari sesuatu yang bisa gw genggam. Oom ada di belakang gw, disamping kanan gw ada dokter gigi yang super sibuk eksekusi gw, dan di kiri gw suster yang sibuk juga bersihin darah gw. Tangan kursi 'panas' gw ga empuk. Ga bisa gw remes dan genggam. Gw udah pasrah. Gw zikir aja dalem hati. Gw tau, gw ga mungkin mati 'cuma' karena operasi gigi ini. Cuma gw ga kuat TUHAN. Gw sempet mikir, apa ini rasa nya orang ngelahirin. Ngerasain sakit luar biasa dalam keadaan sadar. Saat itu gw berani barter dengan apapun dalam hidup gw. Bahkan gw berani tukeran kondisi sakit gw saat itu dengan setahun bersama boss expat gw yang gelo itu. Apapun! Apapun gw rela demi menghilangkan sakit gw itu. Ga cuma di gigi, di kepala, di hati, semuanya gw rasa sangat sakit. Dan penderitaan gw berlangsung 2 jam dengan 1 jam 55 menit adalah aksi sang algojo, eh dokter menarik2 gigi gw. TUHAN, kapan ini berakhir? Dokter sampe nyuruh gw nangis, karena tau apa rasanya penderitaan gw. Walopun gw uda tutup mata dari awal eksekusi, aer mata gw ngalir diem2. Gw tersedu saat itu. Berharap ada pelukan oom yang mampu menenangkan gw. Tapi nyatanya engga. Posisi gw yang membelakangi oom, mungkin membuat oom ga tau apa yang terjadi sesungguhnya sama gw.
2 jam berlalu dengan penuh kesakitan, akhirnya berakhir juga, giliran penjahitan, lagi2 gusi gw terlampau kuat buat dijahit. Duh, efek pepsodent memang segitunya kali yah sama gigi dan gusi gw. Kuat dan tegar!. Gigi gw ga bolong juga tuh, Padahal kalo mo bobo malem, gw jarang sikat gigi. Suka males. Kalo libur juga gw mandi sekali (artinya sikat gigi juga cuma sekali). Tengah malem, kalo oom pulang kerja, gw suka diajak makan (lagi), bis itu, bobo. Ga pake sikat gigi dulu. Jorok, iya. Tapi lihat gigi gw, kuat dan ga bolong. *gw ga bangga kali ini karena kekuatan gigi dan gusi gw membuat gw mengerang kesakitan selama 2 jam ini*
 
Abis operasi, mulut dan lidah gw masi baal efek bius dan baru hilang setelah 2.5 minggu jam. Giliran oom di scalling, gw lemes dan migrain. Pusing banget. Dokter nyuruh gw makan obat penghilang rasa sakit dan NOT WORK!!! Gw pengen tiduran. Kepala gw sakit. 15 menit berselang, gw ma oom mo pulang, dan dokter nyuruh gw makan dulu. Selanjutnya makan es krim, dan kompres pake es seharian. Dokter bekelin gw obat2an oral dan kumur seabrek2. Bekas jahitan masih dikasi kapas, dan masih berdarah pada saat gw liat. Gw ga mau makan. Ga nafsu, walopun gw laper. Gw beli eskrim, dan eskrim yang gw beli, semahal dan seenak apapun ga ada rasanya pas gw makan. Gw lupa. Gw masi dalam efek bius. Tau gitu, gw beli es lilis yang gopek an aja kali yah. huhuhuhu.
 
Sampe rumah, ambil es batu di freezer, kompres luar dalem mulut, gw ga kuat. Minum aer dingin terus2an, gw bersin. Pada dasarnya gw ga suka minum es2 gitu. Gw sukanya minum aer anget. Membakar kalori. Yang ada, malem minggu, abis operasi, selaen gw nyut2an gusinya, gw juga bersin2 kedinginan. Kasian oom, tadinya mo malming sama bininye yang super kece nan imut ini, jadi mendekam di rumah aja ngurus gw yang pipi kirinya bengkak kek kena tabok bola tenis. Nyeriii..
 
Minggu pagi, pas gw ngeludah, gw masih berdarah. Gw terpaksa minum obat2 dari dokter . Kata oom, semalem gw demam sampe ngigo soal gigi. Gigi geraham gw, gw tinggal di dokter giginya. Gw ga tega buat bawa pulang trus gw kubur. Gw liat jasad gigi geraham bungsu gw sangat imut. Putih kecil bersih gitu setelah dibersihkan darahnya. Tinggal belum diadzanin aja sama oom. #hush!
 
Abis makan obat, gw paksain masak walopun kepala masih migrain dan gusi senut2. Abis masak sayur asem kesukaan oom dan ikan masuk angin (kembung) dikasi sambel ijo, gw coba makan nasi bareng oom. Nemenin makan gitu, seperti biasanya. Mulut kiri gw ga boleh dipake buat ngunyah dulu 3 harian ini. Jadi gw pake gigi geligi kanan gw. Makan gw jadi super lama. Dan kadang suka ada makanan yang bandel nyasar ke daerah 'terlarang' (alias gigi kiri gw) dan menyebabkan gw meringis nyeri. Malemnya gw dolan ke mertua. Niatnya c, oom mo bikin gw seneng, gw ga harus nyetrika pakean seminggu seperti yang biasa gw lakukan tiap hari minggu. Oom libur hari itu. Tapi, nyatanya, oom mendadak harus masuk malem itu dan gw terpaksa ditinggal di ruma umi. Oom takut kalo gw demam dan ngigo lagi, disamping gw ga ada sapa2. Kalo di ruma mertua kan gw tidur sendiri. Kalo di ruma nyokap gw, gw tidur sama nyokap gw. *anakmami.com*
 
Pagi ini, gw ngantor. Gusi gw masi nyut2an dan kepala masi pusing.
Benang sisa jahit masi melambai2 didalem gusi 'mantan' tumbuhnya gigi geraham bungsu gw yang telah diaborsi sabtu lalu.
 
*sekian* -sambil meringis nyeri. tengokin gw dong. gw sakit nih-
 

Jumat, 01 Februari 2013

Alone

Hari ini gw sendirian nih di kantor. err, di kantor c rame. Cuma di dept gw nih, gw sendirian. Sebenernya berduaan sama boss expat gw yang gelo itu. Daddy, alias boss inland gw yang super baek itu lagi cuti. Bilangnya c pulang kampung, nengokin ibunya tapi sebenernya dy MCU tuh, kelanjutan test masuk kerja nya di tempat laen. As i told before before before, kalo disini (kantor gw) tuh sikon nya uda ga enak semenjak kedatengan boss expat gw nan gelo itu. Kan gw uda coba hunting job diluaran sana, yang alhamdulillah belom ada yang pas buat gw (kalo uda ada yang pas, gw mungkin gw masih stuck disini kan?). Beda sama daddy gw, dia mah orang pinter. Yang ada juga dia yang milih2 mo masuk perush mana saking applicationnya jebol dimana2.
 
Keberadaan boss expat gw itu membuat suasana kantor gw jadi sangat ga nyaman. Bukan cuma di departemen gw aja nih, semua departemen, dari manajemen sampe ke level driver. Semua mengeluhkan sikap dan sifat jelek si boss expat ini.
 
Sekarang, pasca penilaian kerja tahunan gw yang minus dari boss expat gw ini, boss expat gw ini makin merajalela. Makin brengsek dan makin bangsat. Dia uda ga sudi loh ngobrol sama level asst man kebawah. Apalagi sama level staff macem gw kan? Makin ngebossy aja tuh dia. Gw dikasi pekerjaan 'tambahan' tiap pagi. Yaitu, nyalain AC yang ada tepat dibelakang mejanya dia, dan naroin kertas berbagai ukuran di printer yang biasa dia dan orang jepang laennya ngeprint. What the hell! Dipikir gw OB apa? Tadi pagi aja, dia duluan yang dateng (biasanya gw duluan sampe sini), AC tetep ga nyala loh. Tetep nungguin gw nyalain AC. Padahal jelas2 AC plus remote nya ada dibelakang kepalanya dia. Najong bodong deh!. Takut tangannya melepuh kali ya, megang remote AC. Gw c, mendingan AC nya mati aja. Dingin banget deh. Soalnya AC ruangan (yang di tengah2 plafond ruangan) kan uda nyala. 5 lagi. Orang2 Jepang disini malah nambah 1 AC 2 PK di tiap2 belakang meja nya. Bikin ruangan jadi sedingin kutub. Merusak lapisan ozon aja.
 
Kemaren, ibu asst man yang pernah gw ceritain disini curhat mengenai 'perilaku' boss expat gw ini. Yang jelas dia jadi ga betah kerja disini karena kehadiran boss expat gw itu. Padahal yah, ibu manikam ini uda kerja belasan tahun disini. Jadi, boss expat gw ini kalo disapa boro2 nyaut, malah manyun sambil mendelik mirip barongsai keselek beton. Sebenernya ga aneh juga c, gw aja yang cuma setap kalo greeting pagi ato malem, ato pamit pulang sama jin iprit eh boss expat gw ini, ga pernah dibales. Ga mungkin dia ga ngerti bahasa Indonesia. Karena semua expat di kantor gw fasih bahasa Indonesia, karena 3 bulan pertama disini, ada mentor nya yang ngajarin bahasa Indonesia.
 
*berarti bukan gw nya yang ga betahan kerja kan? buktinya, daddy gw aja mo hengkang dari sini. trus ibu manikam juga, gw juga (cuma kesempatan buat hengkang belom ada aja c, kalo ada juga pada hengkang tuh)*
 
 
 
 
Duh, semoga Tuhan cepet mengabulkan pinta gw buat segera hengot dari sini dan menemukan oekerjaan yang lebih baik dan lebih segala2nya dari sini. amin