Jumat, 08 Maret 2013

KURANG SERIBU

Ngomongin uang, mo seribu, sepuluh ribu, seratus ribu, semua bernama sama,. Dan berharga sama. Sama2 alat penguasa di muka bumi ini. Yah, minimal di Indonesia lah. Uang seharga jabatan, kebebasan, harga diri, bahkan juga seharga kebahagiaan. Just like someone said  “ a Happiness can not bought by money, but money can give us a happiness”. Kalau Rasyid Rajasa bisa maen futsal dan bebas melenggang keluar negeri sedangkan status dirinya adalah terdakwa, lain lagi sama pelakon 'tabrakan maut' Apriyani. Dia harus mendekam di hotel prodeo selama 15 tahun. Kalau Angelina Sondakh bisa 'hidup sejahtera' di dalam bui laksana istana (gw heran, anggie di penjara, kok tetep cantik yah? Tetep oke penampilannya, tetep bagus rambutnya. Ada salon kan di penjara? *sirik*), ato Arthalyta Suryani alias Ayin yang bisa menyulap penjaranya laksana istana pribadi nya, beda lagi dengan AAL (15 tahun) pelaku pencurian (kali ini mari kita samakan persepsi pencurian dengan korupsi, maupun penyuapan) sendal jepit seharga 30 ribu harus mendekam di dinginnya penjara selama 5 tahun. Dimana letak keadilan di Indonesia ini?? *mewek di pojokan kamar*.
kalo punya sendal, dikunci kek gini. biar ga ilang!
Apa karena Rasyid itu anaknya Menteri Ekonomi yang juga besannya pak Presiden 'yang terhormat', notabene uangnya dimana2, beda sama Afriyani yang 'cuma-begitu' doang. Beda lagi sama Bu Anggie yang gosipnya bisa belanja online sampe milyaran rupiah (kalo gw belanja online, paling ke toko buku online nya mbak Fanny itu juga ga sampe 300ribu sebulan), ato sama si ratu suap yang terhormat Ibu Ayin, bisa seenaknya berlaku di dalem penjara beda sama AAL yang mungkin merasakan penjara sebenar2nya.
Kadang gw bingung, gw galau, gw sedih, gw laper, dan gw ngantuk (tidur aja lo!) sama keadilan di Indonesia ini. Para hakim, jaksa dan katebelecenya yang gw sebagai orang cantik awam ga ngerti masalah pengadilan kek gitu. Sebenarnya mereka itu dulu menempuh pendidikan kan buat menjadi hakim, jaksa dan lain sebagainya? Mereka orang berpendidikan. Kok ya mau2nya menutar kenyataan hanya demi kertas persegi bernama uang? Gw c berharap gw ga bakal pernah masuk ato mengikuti prosesi dalam pengadilan itu. Seremmmm.... Amit2 jabang bebi deh *ketok2 meja*
Sumber 'segala'nya di Indonesia
 
Kalo uangnya bu Ayin buat nyuap jaksa pak Urip Trigunawan, kurang seribu, apa Bu Ayin tetep di penjara? Ato pak jaksa tetep terima suap bu Ayin? Kalo uang yang di korupsi sama Anggie kurang seribu, apakah Anggie tetep masuk penjara? Apakah pak Anas Urbaningrum jadi di gantung di monas kalo bener korupsi, dan korupsinya kurang seribu?? Apakah gw akan terpilih jadi miss universe tahun depan yang berhijab?? #hayah. ngawur!
seribu yang menggemaskan, seribu yang imut. ga bakal jadi semilyar kalo kurang seribu
Kenapa gw bahas soal seribu rupiah? Seribu rupiah yang 'mungkin' ga berarti buat sebagian besar dari kita. Yang selalu 'rela ikhlas' kita serahkan pada pengemis? Pengamen ato tukang asongan di jalan. Seribu yang biasanya kita perlakukan dengan sangat kasar dibanding perlakuan yang diterima uang bernilai lima puluh ribu atau seratus ribu? ATM pun ga ada yang mengeluarkan uang pecahan seribu kan? Kalo belanja di supermarket, seribu sering disamakan dengan 10 bungkus permen, alih2 bilang "ga ada seribuan".
 
Buat gw, seribuan adalah uang favorit yang sering gw keluarin dari dompet gw buat ongkos angkot. Ato buat bayar 'suara' pengamen ato pengemis. Seribuan juga sering gw terima kalo gw ngasih uang yang lebih besar untuk pembayaran, sebagai kembalian.
kalo naek angkot dari depan perumahan sampe bus jemputan ke kantor gw, cukup bayar duaribu rupiah
 
Gw suka mbayangin yang jorok2 kalo gw bayar angkot kurang seribu, pasti sopir angkotnya bakal maki2 gw kaya gw adalah anak kecil yang ketangkep tangan lagi ngutil di supermarket. Kaya gw habis muntahin angkotnya, ato kaya gw habis noyor kepalanya. Cuma seribu, bisa bikin harga diri gw nengkurep guling2 di tanah karena teriakan sopir angkot yang cetarrr membahana badai syalala.
Tapi gimana kalo kondisinya dibalik? Kalo kembalian yang dikasi sopir angkot kurang seribu?? Bukan ga mungkin kan gw bayar angkot pake uang dua ribu melulu? Bisa aja gw bayar pake uang lima ribu, yang artinya harus kembali tiga ribu. 3 lembar uang seribuan ato dua lembar uang dua ribu di mix sama seribu. Ato 6 koin lima ratusan. Ato 30 koin seratusan, Ato...ahhh.. kebanyakan dehhh...
kalo uangnya limapuluh rupiah, butuh berapa koin untuk jadi tiga ribu rupiah? #tanyakenapa
 
Penumpang angkot, ga semuanya tau berapa tariff dari angkot yang dinaikin. Terkadang mereka menduga2 dengan membayar dengan uang yang besar. Seperti membayar dengan uang sepulu ribu ato dua puluh ribu. Fikirannya, karena ga tau berapa tepatnya tariff angkot, maka dikasih uang besar. Ga mungkin kurang, pasti ada kembaliannya.
Nah, disinilah para sopir angkot, ato kenek (kalo ada) angkot berbuat nakal. Mentang2 uang yang dibayarkan berjumlah besar, bukan ga mungkin kembaliannya akan berkurang. Si sopir (kenek) bakalan nyatut seribu sampe dua ribu rupiah. Kalo penumpang yang tau berapa tepatnya tariff angkot, pasti minta kembaliannya yang pas. Kalo kurang, penumpangnya komplen."Kurang seribu nih bang!". Biasanya si sopir (kenek) angkot bakal balikin duit kembalian yang kurang walopun sambil merengut. BUT JUSTICE MUST BE ENFORCED! Keadilan harus ditegakkan karena tidak sesuai dengan pancasila. MERDEKA!!! *sambil bawa bambu runcing*
Gimana sama penumpang yang bego ga tau berapa tariff tepatnya angkot yang ditaikin? Bakal terima aja kembalian yang 'salah' dan 'ngaco' tersebut dengan ekpresi datar namun hati bertanya2. "Kenapa raffi Ahmad make narkoba? Karena putus dari Yuni Shara ato Olga Syahputra? Kenapa Luna Maya ga jadian aja sama Ariel Noah? Kenapa oh kenapa?
 
Buat gw, no big matter lah soal kembalian yang kurang seribu itu. Itung2 sedekah sama sopirnya lah. Walopun gw lebih suka sedekah sama masjid ato pengamen daripada sopir angkot. Mau gimana lagi coba? Mungkin seribu itu mampu membawa gw ke surga? Dan tentunya membawa si sopir ke neraka jahanam karena sikap curang bin korupsi itu. #naudzubillah min dzalikkk.
 
Sereeemmm.... *ambil selimut, tutup muka*

Kamis, 07 Maret 2013

PENTING!!!



Surat Edaran Tata Cara Penggunaan Kamar Kecil No. 001/00-00-00/12

Akan segera diberlakukan, tata cara penggunaan kamar kecil yang dibuat untuk menyelenggarakan metoda perhitungan waktu yang konsisten bagi karyawan dalam jam kerja, dengan demikian menjamin efektifitas pemanfaatan waktu dan perlakuan yang adil bagi semua karyawan.
Peraturan berikut akan diberlakukan :

- Pintu-pintu kamar kecil akan dikendalikan komputer melalui alat pengenal suara, yang hanya dapat diaktifkan untuk membuka melalui perintah lisan seseorang. Dengan demikian, setiap karyawan harus segera memberikan dua contoh suara ke bagian personalia, satu dalam nada normal, satu lagi dalam keadaan merana/kebelet.

- Setiap awal bulan, setiap karyawan akan mendapat 44 kesempatan untuk menggunakan kamar kecil (berarti rata-rata 2 kali kesempatan per hari kerja), yang dapat diakumulasikan. Bila semua kesempatan yang diberikan telah habis terpakai, pintu kamar kecil tidak akan lagi dapat dibuka sampai akhir bulan berjalan.

- Setiap jamban diperlengkapi dengan timer. Bila pemakaian jamban melampaui tiga menit, alarm akan berbunyi. Tiga puluh detik kemudian, tissue toilet akan tergulung masuk, jamban akan diguyur dan pintu akan terbuka secara otomatis.

- Yang mengagumkan dari teknologi ini, bila setelah batasan waktu pemakaian 3 menit, jamban tetap diduduki, maka anda akan dipotret dan foto anda akan muncul di papan petugas pemantau kamar kecil, dan dapat langsung diakses oleh seluruh karyawan melalui shared domain company.

- Karyawan yang fotonya terekam tiga kali, tidak akan lagi mendapat kesempatan menggunakan kamar kecil selama tiga bulan ke depan.

- Bila didapati ada foto yang tersenyum, ybs akan dibawa ke balai perawatan jiwa.

- Harap diketahui bahwa santunan asuransi tidak akan berlaku atas segala bentuk luka yang diakibatkan oleh usaha menghentikan tissue toilet yang ditarik masuk , atau mencoba mencegah terbukanya pintu.

- Kami harap karyawan mau bekerja sama sepenuhnya. Apabila aturan ini menimbulkan masalah, kami sarankan anda menggunakan jamban anda sendiri di rumah di mana anda dapat berhajat sepuasnya sampai seluruh isi perut keluar.

Tertanda,
Direktur Personalia
PT. Derita Tiada Akhir Tbk.


☺☺☺☺ketawa guling-guling

with love♥♥♥

Selasa, 05 Maret 2013

FILTER dan PILTER

Lazimnya orang yang in love, pasti kemana2 harusnya berdua. Menghabiskan waktu berdua. Mau makan, harusnya berdua. Maen ke rumah temen, harus berdua juga. Ke kondangan berdua juga. Tapi ga mau kalo sampe mati berdua. -ironis-
Falling In Love HD wallpaper for Standard 4:3 5:4 Fullscreen UXGA XGA SVGA QSXGA SXGA ; Wide 16:10 5:3 Widescreen WHXGA WQXGA WUXGA WXGA WGA ; HD 16:9 High Definition WQHD QWXGA 1080p 900p 720p QHD nHD ; Other 3:2 DVGA HVGA HQVGA devices ( Apple PowerBook G4 iPhone 4 3G 3GS iPod Touch ) ; Mobile VGA WVGA iPhone iPad PSP Phone - VGA QVGA Smartphone ( PocketPC GPS iPod Zune BlackBerry HTC Samsung LG Nokia Eten Asus ) WVGA WQVGA Smartphone ( HTC Samsung Sony Ericsson LG Vertu MIO ) HVGA Smartphone ( Apple iPhone iPod BlackBerry HTC Samsung Nokia ) Sony PSP Zune HD Zen ; Tablet 2 Android ;
Love love love in the air ♥♥♥
Gini, gw dan oom adalah pasangan penuh cinta pencinta makanan. Bisa dibilang, cinta kita berdua hadir karena makanan. Hihi.. Jadi, kalo banyak pasangan yang menghabiskan waktu berdua nya dengan aktivitas2 sbb:
• Nonton pelem2 di bioskop <= biasanya, pelem yang dipilih genre nya kalo ga horor (ini mah modusnya laki2 biar di peluk si cewe, kalo pas adegan menyeramkan), kalo ga love drama yang bikin melting melting si cewe, trus ntr si cowo nya hadir laksana hero menghapus airmata si cewe.
• Mejeng ato ngider2 mall tanpa ada yang dituju (ato dibeli). <= bukan ga pernah nih, gw kek gini. Pernah dulu sama HTS an (hihi, jaman kuliah hobinya HTS an). Kalo uda diajak kek gini, next dating, gw bilang i'm sorry goodbye. Ga modal sih. Cuma bikin pegel kaki aja. hahahaha
• Duduk2 di taman ato rerumputan pinggir jalan. <= Its big big no for me!. Dulu, jamannya kuliah, Tiap malem minggu gw suka naek motor sama temen cewe gw keliling2 perpustakaan Widia Puraya nya UNDIP trus gw suka nyenterin orang2 yang pada pacaran di rerumputan. Lagian, ga modal banget pacarannya. Get a room please!! grrr..
• Teleponan ato SMS an ato BB an ato Chatting an ato berbalas comment di soc-med. <= Kalo yang ini, kadang juga berlaku buat gw. Ga muna. hihi
• Ngafe ato ngeresto. <= ini yang paling favorit buat oom dan gw. Karena prinsip kita berdua adalah, hidup untuk makan.
Siapa yang nolak kalo disodorin kek gini??
Dari awal, gw bukanlah wanita yang suka jaim dengan makan dengan porsi kecil (ngalahin porsinya anak kecil) kalo lagi makan di depan sang pujaan. Begitupun dengan si oom. Kalo makanannya kita rasa enak, why not, buat minta additional alias nambah. Malu? Engga. Gengsi? Ga juga. Kita2 juga yang makan, Kita2 juga yang bayar. Massssaaaaalllaaahhh bbbuuuaaaaattt eeellloooohh?? hahahaha
Terserah deh, mau bilang kita pasangan maruk, pasangan keren, pasangan cihuy, pasangan top abad ini, boleh banget. Hahahahahaha
 
Untuk pemilihan tempat buat makan, gw dan oom ga pernah terpaku sama advertising yang mem promo kan satu tempat makanan tertentu, atau dari bisik2 tetangga teman yang bilang disinilah enak, disanalah sedap. Bukan apa2, bukan cuma 1 x gw dan oom 'merasa tertipu' atas iklan2 atau atas 'rekomendasi' pihak tertentu. Ini jadi tolak ukur gw dan oom untuk memberi nilai FILTER (alias FILihan TERakhir) buat tempat makanan dan juga makanan yang ga sesuai 'kualifikasi' kita berdua. Sedangkan yang ini, walopun tanpa iklan berlebihan dan tanpa rekomendasi dari manapun, jadi PILTER (PILihan TERbaik) buat kita. *apa? mo protes? protes sana di bundaran HI*
Jadi, biasanya kita berdua makan di tempat dimana yang kita nilai 'sreg'. Bukaaann.. sreg disini bukan artinya tempatnya harus besar, gede, ber AC ato minimal ada 5 pengunjungnya yang artinya tempat makan tersebut laris. Gw dan oom ga segan2 kalo harus makan di pinggir jalan, pinggir rel kereta api, ato di samping kuburan. Sampe2 kita berdua punya langganan tempat makan di samping kuburan, yang kita kasih nama 'bebek kuburan'. Tempat ini sangat terkenal lhoo.. Laris pula. Saking larisnya, menjelang subuh, yang parkir di depan warungnya bukan cuma motor. Tapi mobil2 mulai mobil kijang sampe mobil kodok. Mulai mobil pick up sampe mobil pick me. #eh? hahaha. Yah, walopun karena pemilihan tempat makan yang 'asal' suka bikin gw dan oom ngantri kamar mandi karena sakit perut ato diare akibat mengkonsumsi makanan yang 'asal' itu. Gpp lah, berani kotor itu baik kan?? -ngeles-hahaha
 
Berbicara mengenai tempat makan, pastinya berkaitan erat dengan pelayannya. Pelayan yang baik, tentunya bisa membuat pelanggannya merasa nyaman dan senang. Pastinya akan datang lagi keesokan harinya. Sedangkan pelayan yang judes, gak care ato terkesan buru2, pasti akan membuat pelanggannya merasa tidak nyaman dan ga akan datang lagi keesokan harinya (kecuali terpaksa). Itu diluar makanan yang disajikan. Pelayanan buruk, tapi citarasa makanan enak? Fikir 2x deh buat jadiin tempat itu langganan. Pelayanan baik dengan citarasa yang ga enak,,?? Hmm, so far, pelayanan yang baik mampu merubah citarasa makanan menjadi lebih baik lho. Beneran deh.
Mo beli apa? Cepetan deh, saya sibuk. <= tipe pelayan menyebalkan
 
Buat oom, pelayanan yang buruk, seenak apapun masakannya selalu jadi blacklist buat didatengin lagi ato dijadiin langganan. Pun, kebalikannya. Oom ini tipe pria yang kalo udah 'naksir' sama 1 tempat, bakal terus dateng lagi kesitu apapun yang terjadi. Entah harganya yang tiba2 naik melonjak. Atopun tempatnya dalam renovasi, oom tetep dateng dengan segala niatnya.
Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?? <= contoh pelayan idaman oom. #eh!
 
Beda lagi kalo buat gw. Buat gw, tempat makanan yang enak adalah makanan yang bener2 enak dalam arti yang sebenernya. Soal harga, nomor 2 deh (yaiyalah, kan yang bayar oom, bukan gw. hahahaha). Tempat, nomor 3. Pelayanan, nomor 4.
Kalo makanannya enak tapi pelayanannya buruk, tinggal diaduin aja sama manager yang bertanggung jawab disitu. Ya kan? Habis perkara. Kalo makanannya ga enak, mo diaduin sama siapa? Emang citarasanya ga bisa berubah kan?
 
Perbedaan prinsip pemilihan tempat makan antara gw dan oom kadang bikin 'percikan kecil' diantara kita. Oom ga suka kalo gw keseringan komplen soal pelayanan di tempat makan. Maunya oom, kalo ga puas entah itu soal pelayanan ato soal makanan, jadiin FILTER. Besok2 ga usah dateng lagi. Menurut gw engga tuh. Kalo makanannya ga enak, boleh dijadiin FILTER, tapi kalo makanannya enak dan 'hanya' pelayanannya aja yang buruk, bisa dijadiin PILTER. Ujung2nya sih oom yang ngalah. hahahahhaha *ketawa puas*
 
  So, menurut kamu, apa aja point yang bisa jadi penilaian dalam pemilihan tempat makan FILTER dan PILTER??
 
 


Senin, 04 Maret 2013

HORRAY!!!

Hei hei hei.. i found it!
I found my veil bag!
After this and since 4 days left, i found it.
Thanks GOD.

Thats all.

Minggir dong!

Karena gw adalah seorang 'aktivis' cinta bumi, gw lebih suka kemana2 naek sepeda ato naek angkutan umum (baca : angkot). Demi mengurangi kuantitas polusi di atmosfer bumi ini, gw sama oom sepakat buat ga beli mobil sampe anak2 kita lahir. Selama masih berdua, naek motor pun jadi. Cuma, kalo mo dibilang belom ada uangnya buat beli mobil, ya monggo. Gpp. Ga marah kok yang disini. Ga nolak juga kalo pada mo bikin program 'koin-untuk-membeli-mobil-untuk-Sonna'. Cuma,, belinya ntr kalo gw uda beranak pinak. hihihihi
nih, kalo anak2 gw segini nih, ga mungkin muat naek motor. gw harus beli mobil. Bus, tepatnya.
 
Sebagai penumpang angkot yang manis nan imut ini (huekk), gw selalu menunggu di pinggir jalan buat menanti dengan setia angkot yang bakal mengantar gw ke tujuan gw. Karena ga mungkin gw nunggu di tengah jalan, dan ga mungkin gw nunggu di dalem warung, gw pun berdiri dengan manis di atas trotoar jalan. (berharap ga ada oom2 yang berhenti trus nawar gw. emang akika wanita apapun?? jijay deh ihh)
Saat gw menanti dan menanti, menunggu dan menunggu sang kodok angkot yang tak kunjung tiba, datanglah mobil yang berhenti di depan gw. Ge er? Pasti. Horor? Banget! Curiga? Apalagi. Gw takut diculik. Seketika benak gw langsung menghitung harta yang gw dan oom punya, kalo2 si penculik minta tebusan atas nyawa gw. Gw juga berfikir, apa tindakan yang harus gw lakuin. Gw harus teriak2 ato gw harus lari ke warteg trus makan disitu. Setidaknya gw aman di dalem warteg itu.
Tunggu punya tunggu, si penghuni mobil ga keluar2 dari dalem mobil. Gw bertanya2, apa ada yang salah sama gw? Apa penampilan gw kurang menyakinkan buat diculik? Gw kurang kliatan 'wah' gitu? Apa gw kurang cantik buat mejeng di tv sebagai korban penculikan?? Ah, nana nya musdalifah aja ga pake dandan tetep diculik kok. Apa dong yang salah dari gw? Ada yang tau? Ada yang tau kenapa Markus menceraikan Kiki Amalia? Kenapa Venna Melinda ikutan cerai? Apa Venna naksir Markus? Ato malah naksir Kiki? Ahh, biar rumput yang bergoyang aja yang menjawabnya. Kalo rumputnya ga bergoyang, jangan ditanya.
 
Selama gw bertanya2, yang di dalem mobil masih adem ayem nongkrong di dalem mobilnya. Sepertinya ga ada sedikit niat darinya buat turun dari mobil, menghampiri gw, dan menanyakan nama gw (kek di sinetron2 gitu). Dan angkot yang gw nanti pun tiba. Gw pun menggerak2kan tangan gw, menggerakkan jari jemari gw supaya angkotnya berhenti. Namun sayang, sang angkot ga berhenti. Padahal seluruh badan dan kepala gw ikut bergerak seirama sehidup semati. Bukan karena angkotnya yang penuh. Ato angkotnya yang sombong ga mau berhenti. Angkotnya ga ngliat gw!! Iya, ga ngliat gw! Boro2 tuh angkot mo mlengos jijay ngliat gw. Emang ga ngliat gw kok! Gw disappear! Gw invisible! Mirip film Invisible Mom yang gw nonton pas malem tahun baru dolo. Oh my....
Tiba2 otak gw bekerja (biasanya jarang digunakan ini.. ahahahahaha), dan gw tau kenapa tuh angkot melengos jonggos di depan gw. Di depan mata kaki kepala gw. Penyebabnya adalah Kiki Amalia, eh mobil yang mejeng di depan gw. Nangkring di depan gw ngetem. Badan gw yang imut nan seksi ini ketutup sama badan mobil yang segede gajah nelen kudanil yang lagi sakit kaki gajah. Gw ga kliatan sodarah2. Najis buncis deh ni mobil. Maen ngetem sembarangan depan gw yang lagi ngetem nungguin angkot.
Langsung gw ambil langkah 10 (kalo seribu kebanyakan). Gw melangkah keluar dari bayang2 mobil siaul itu. Dan gw pun mendapatkan angkot yang gw idam2kan dengan bangga.
 
*Kenapa sih, tuh mobil maen parkir sembarangan? Ga liat apa ada gw yang udah duluan parkir disitu buat nunggu angkot? Gw merasa sangat terzolimi harus bergeser dari tempat yang pertama gw temuin buat parkir!*
 
#Semoga kelak kalo gw punya mobil, gw ga bakal menzolimi orang2 yang ga punya mobil. Amin.
Bantu aku ya Allah. Bantu Baim juga.

Jumat, 01 Maret 2013

HARUS BAGAIMANA???

atu binun... binun 7 keliling
Dalam mendukung minat plus hobi baca gw yang menggebu-gebu dan menggairahkan (--eerr), gw sering mantengin blog toko buku online nya mbak Fanny yang menjual buku bekas namun baru, baru namun bekas. Hmm, pokoknya gitu deh. Gw suka bertransaksi narkoba beli buku yang belakangan ini bikin jne cabang kota gw kepo se kepo2nya. Sampe berani2nya buka2 paket narkoba buku gw ini. Gw sempet curcol disini.
Lanjut, ini adalah kali kesekian gw order buku ke blog toko buku online nya mbak Fanny yang baik ini, dan hari ini, 1 Maret 2013, paket yang gw pesen sampe di tangan gw. Gw uda ga heboh lagi sama penampakan paket gw yang pastinya 'aneh' setelah dipegang jne. Gw cuma excited sama isinya. Sama buku2 yang gw taksir. Yang gw rindukan kedatangannya. -lebay mampus-
 
Hari ini agak sedikit berbeda dari paket yang gw terima. Bentuk paketnya bukan kotak tebal seperti kemarin2, tapi lebar dan menebal hingga keatas. Sempat terbersit pemikiran "apakah mbak Fanny salah kirim yah? Perasaan pesanan novel gw ga ada yang lebar". Buru2 gw buka pembungkusnya, Hei! Kali ini jne bersikap baik sama paket gw ini. Paket gw ga rombeng2 seperti kemarin2. Masih rapi jali dengan balutan selotip bening yang ketat. Daannn... akhirnya terjawab pemikiran yang baruu aja mengganggu gw, ternyata gw dikasih 'bonus'. Kalo boleh dibilang bonus. Mungkin hadiah? Plus-plusan,, ahh,, pokonya gw hepi deh, paket gw kali ini di 'tambah' e-magz about writing yang gw tau, ga semua pelanggan blog toko buku online nya mbak Fanny bisa dapet. Ini pasti limited edition. Dan pemberian ini pasti pake acara pilih2 gitu macem pemilihan miss universe. And voila!!! Gw yang terpilih!. Yuhuu... Paket kali ini mampu menggeser kesedihan gw atas assessment2 yang ga lancar gw jalanin. #makasih Tuhan, makasih mbak Fanny!
 
Setiap paket yang dateng di kantor gw ini, pastinya melewati resepsionis baru sampe ke tangan sang pemilik lewat kurir kantor gw, OB, ato malah resepsionisnya sendiri. Kecuali, si empunya paket uda tau paketnya bakal dateng dan ngejogrok di lobby nungguin armada pengiriman dateng. Jadi paketnya ga lewat ini dan itu dulu.
Setiap paket yang gw terima selama ini melewati resepsionis dan 'aman2' aja sampe tangan gw. Sampe hari ini, hari dimana bisa membuat gw bingung mendadak. Sang resepsionis telp gw (disini kita para karyawan berkomunikasi lewat telp ato imel, bukan teriak2 macem di pasar). Sang resepsionis nelp gw ketika gw sedang menyelotip ujung2 sampul buku2 baru gw. Bukannya gw sampul plastik, gw lebih suka menyelotip ujung2 cover setiap buku yang gw punya, supaya ujung covernya tetap tegak pada posisi semula. Gak tertekuk, ato malah terbelah2 ujung2nya. *geli banget!*
 
Si recepsionis (SR): "mbak, itu paket isinya apa sih, dateng terus?".
Gw (G) : "kepo deh lo mo tau aja".
SR : "mbak, itu isinya novel yah? beberapa hari ini gw sering liat mbak baca novel pas istirahat ato pas di bus jemputan".
G : (uda ga enak feelingnya) "iya, emang kenapa?"
SR : "pinjemmm mbakkk... yah yah yah.. pliss"
G : "eerr, pinjem yah? belom gw baca nih." gw coba mengelak. gw takut buku gw lecek lagi seperti kasus2 ini. Disaat beberapa buku masih belum kembali ke tangan gw.
SR : "yang udah mbak baca deh. kan dari kemaren banyak tuh paket nya dateng".
G : "di rumah tapi".
SR : "senin bawa yah mbak".
G : "ehm, kalo ga lupa yah". -gw berdoa semoga gw lupa-
SR : "tenang, ntr gw sms lo mbak, biar ga lupa".
G : -glek- gabisa ngomong apa2 lagi
 
Gw tau, si resepsionis ini orangnya ga rapihan. Ada 1 buku jokes terletak lama di mejanya dan pertama gw liat bukunya masih bagus, dan baruu aja gw liat, bukunya lecek, ternoda kripik dan,,, ahhh,,, rasanya ga tega gw nulisin kondisi bukunya itu. Pokoknya penganiayaan sebuah buku secara besar2an. Sedangkan gw, menyelotip ujung2 sampul novel2 gw dengan harapan ga bakal tertekuk, terlipat, ato malah terbelah2. Menyimpan buku2 gw di lemari yang fungsi awalnya adalah menyimpan jilbab2 gw, jadi multifungsi, juga menyimpan novel2 gw ini. Sekarang setiap gw baca pun, gw selalu mengusahakan tidak merusak bentuk awal buku gw. Dan sekarang??
 
Gw bingung!!! Gw harus bagaimana untuk menyelamatkan jiwa dan raga buku2 gw yang 'bakal' dipinjem temen2 gw?? (Karena kalo aja ada yang laen tau soal buku2 gw, pasti pada minjem juga). Lagipula, temen2 gw ini kalo minjem buku itu lama banget. Bisa hitungan bulan, bahkan tahun untuk sebuah buku saja. Kadang gw heran, mereka baca buku bisa di skip2 gitu, apa masih nyambung alur ceritanya?? Masih ngerti apa isi bukunya yah? Sedangkan gw, 1 buku gw lalap habis dalam 1 hari.
Buku2 yang gw terima hari ini bener2 menggugah selera baca gw. Terutama buku dear you nya Moammar Emka. Ada kartu cinta yang bertuliskan "aku tak ingin merasa paling benar mencintaimu. Aku hanya ingin mencintaimu dengan benar, dan cintamu benar untukku". #dalemm
 
Jadi, gw mesti gimana?? Beberapa buku gw pun belum kembali ke tangan gw.
 

LUPA!!!

Gak tau karena lagi banyak fikiran ato malah ga ada yang lagi difikirin (lagi kosong fikirannya).
Gak tau emang basic nya emang pelupa ato emang sengaja dilupain.
Gak tau kena virus meningitis yang suka bikin amnesia mendadak (ketok2 meja. amit2 jabang bebi)
Gak tau kenapa tiba2 bisa teralihkan dunia gw dengan apa tau.
Tiba2 tas tempat mukena gw ilang. Padahal gw bawa2 dan gw pake solat di mushola kantor gw. Abis gw solat, abrakadabra, tas nya ilang. Gw cari sekeliling musola, tetep ga ada. Sampe gw bongkar2 mukena ma sarung yang jadi inventaris mushola gw itu, sosok tas mukena gw tetep ga menunjukkan batang idungnya. Harus gw miskol gitu? Gw sms biar dia jawab? Ato gw harus lari ke hutan kemudian teriak "WOI TAS MUKENA.. KEMBALILAH!!"

mukena gw yang ungu tuh... tas nya ilang ga tau kemana. #bantuin cari dong!