Selasa, 31 Juli 2012

Lanjutan entry sebelumnya

Masih tentang hidup,,, sambil gw nunggu jemputan bus gw <nasib karyawan yang terintimidasi, waktu pulang lebih lama dibanding bel pulang dan waktu masuk lebih dulu dibanding jam masuk kantor>


Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.
Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangka n kaki.
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,"
kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.
Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita
sambil berkata, "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang
yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).
Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.


Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.
Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.
"Halo, selamat siang, Pak.
Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.
Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya.
Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.
Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.
Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan sepertinya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario
kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.
Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
"Bapak / Ibu yang budiman.
Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.
Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.
Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.
Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.
Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.
Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.
Bagaimana kira-kira perasaan kita?
Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.
Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.
Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario
ketiga).
Moral of the story
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?
Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Kesimpulan
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.
Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.
Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

God bless you all.

Pertanyaan Tentang Hidup

Dulu,,, waktu masih sekolah,, gw adalah salah satu orang yang paling sering ditanya "kapan punya pacar".

Dulu, gw adalah sosok Sonna yang ga famous, ga briliant dan ga pretty, apalagi seksi.. kayaknya susah banget buat narik laki2 buat dijadiin pacar.. (ketawa deh,, kalian...)

But, gpp tuh, emang gw nya aja yang ga kepikiran buat punya pacar. dulu gw pernah nanya sama sahabat gw,, "apa fungsi pacar?". jawabannya beragam sampe akhirnya ditutup dengan pernyataan "kalo udah waktu nya, lo pasti bakal ngerasain apa gunanya pacar Son".

Gw kuliah, disini gw punya pacar pertama. gw berharap bakal selamanya sama pacar pertama gw ini.. kenyataannya beda,, gw harus pisah karena satu hal dan yang lainnya.

Disini, pertanyaan kembali dateng ke gw. "kapan nikah?". lah, pacar aja baru putus, ini uda nanya kapan nikah?? mo nikah ma sapah gueee...??

Syukurlah ALLAH Yang Maha Baik ga tinggal diam melihat gw yang selalu diserang pertanyaan yang itu2 aja. DIA mengirimkan laki2 nekat <gw bilang nekat disini, karena pertama kali dia bilang cinta, langsung gw tantangin buat nikah, eh, dia setuju.. gw kapok pacaran lama, ujung2nya putus... trauma ceritanya>

Kenalan <sebenernya kita emang temen SMA, cuma ga kenal aja gw.. kan gw dah bilang tadi,, gw ga famous. alias, gw kuper> di rumah, langsung ketemu orang tua gw, minta ijin buat pacaran <perkenalan sambil nabung buat perhelatan akbar ntr = nikah>

setahun pacaran dibawah pengawasan orang tua gw, tunangan lah gw,, selanjutnya nikah..
happily ever after?? belom???

ada lagi nih yang berubah selaen status gw yang jadi bini orang dan punya tanggung jawab yang beda lagi,,
lagi2 gw ditanya,, walo pertanyaannya berubah kali ini "kapan hamil?".. duh,,, kayaknya disetiap langkah hidup gw, selalu penuh dengan pertanyaan yang pastinya mereka tau jawabannya...

hello.. ga usah ditanya gw bakal ngasi tau juga kalii...

pas gw punya pacar,, gw kemana2 pasti beduaan, pas tunangan, gw adain selametan di rumah, pas nikah, gw undang sana sini, sampe gw unduh mantu... kalo perlu gw pasang iklan di tipi noh,,,

pertanyaan yang itu2 aja, gw anggep sebagai wujud perhatian tulus ke gw dan oom. tapi kalo yang nanya dia2 terus dan itu2 aja, kok gw ngerasa itu lebih ke mengintimidasi ya, bukan wujud perhatian apalagi sayang.

duh Gusti,,,, maafkan hambaMu yang berprasangka buruk ini,,, tolong bantu hilangkan praduga buruk dari benak dan hati hamba..

gw mikir, diusia gw yang sekarang ini, gw uda punya suami yang walopun suka berantem ma gw tiap hari, tapi gw yakin sayang dan setia nya dia ke gw ga bakal pernah terganti, gw punya rumah yang walopun kecil, ini rumah gw sendiri, gw punya pekerjaan, yang walopun gaji kecil dan pekerjaannya membosankan, wajib disyukuri, bahwa diluaran sana,, ada yang usianya diatas gw, masih belum memiliki pendamping hidup, sudah menikah dan punya anak, tapi belum punya rumah sendiri, ato menganggur dengan titel sarjana yang mungkin dengan rela ikhlas menggantikan pekerjaan gw ini.

kalo aja semua orang bisa bersyukur dengan apa yang dimilikinya,, mungkin ga akan pernah ada pertanyaan2 aneh yang menusuk hati.


gw janji, gw ga bakal ngajuin pertanyaan membunuh ini ke temen2 gw yang ada di posisi ini..

biarkan semua berjalan sesuai porosnya. semua bakal indah pada waktunya




♥♥♥♥♥

When a GIRL is quiet … millions of things are running in her mind. When a GIRL is not arguing … she is thinking deeply. When a GIRL looks at u with eyes full of questions … she is wondering how long you will be around. When a GIRL answers ” I’m fine ” after a few seconds … she is not at all fine. When a GIRL stares at you … she is wondering why you are lying. When a GIRL lays on your chest … she is wishing for you to be hers forever. When a GIRL wants to see you everyday… she wants to be pampered. When a GIRL says ” I love you ” … she means it. When a GIRL says ” I miss you ” … no one in this world can miss you more than that. Life only comes around once make sure u spend it with the right person …. Find a guy … who calls you beautiful instead of hot. who calls you back when you hang up on him. who will stay awake just to watch you sleep. Wait for the guy who … kisses your forehead. Who wants to show you off to the world when you are in your sweats. Who holds your hand in front of his friends. Who is constantly reminding you of how much he cares about you and how lucky he is to have you. Who turns to his friends and says, ” That’s her!! If you have a lot of love for someone. copy and send this to your whole list. In 5 minutes your true love will call or message you.

Senin, 30 Juli 2012

Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia

Karena gw yang Sundanese ini nikah sama oom yang Jawanese <ato Javanese?>, maka wajib hukumnya buat gw belajar bahasa Jawa,, <biar gw tau kalo ada yang ngomongin gw pake bahasa Jawa.. haiyah!>


seriussss dehhh,,,,
Sehubungan dengan otonomi daerah, maka di setiap upacara pengucapan Pancasila dilakukan sesuai bahasa
daerahnya . . . .

Pancasila (Jawa)siji: Gusti Alllah ora ono koncone
loro: Dadi wong kudu sing adil lan ojo kejem-kejem
telu: Indonesia bersatu kabeh
papat: karo tonggo-tonggo nek ono masalah diomongno bareng-bareng opo o
limo: mangan ra mangan sing penting kumpul

Pancasila (Sunda)hiji: Gusti Allah eta sorangan sareng ageng pisan
dua: ka sorangan teh sikapna kudu sami, ulah ngabeda-beda keun..
tilu: Indonesia kuduna mah jadi hiji
Opat: Rayat Indonesia sae na pang mutuskeun sagala teh disepakatkeun
heula. Kedah bager lan bijaksana
Lima: Ceunah teh sikap sosialna kudu adil hiji sareng batur.

Pancasila (Batak Toba)Sada: Dang adong na pajago-jagohon di jolo ni Debata
Dua : Maradat tu sude jolma
Tolu : Punguan ni halak Indonesia
Opat : Marbadai ... marbadai, dungi mardame
Lima : Godang pe habis saotik pe sukkup

Poncosilo (jawa kromo)kaping setunggal: Gusti ingkang Maha satunggal
Kaping kalih: Tiang ingkang Adil lan beradab
kaping tiga: persetunggalan Indonesia
kaping sekawan: Kerakyatan ingkang dipimpin kaliyan hikmat lan
kewicaksonoan dateng permusyawaratan kang diwakilkan.
kaping gangsal:Adil kang sosial kangge sakabehe tiang Indonesia

Pancasila (Palembang)
sute: Tuhan ne sute tula
due: jelme harus khapat same rate
tige: jelme Indones iane bersatu padu
empat: jeleme Indonesiane diketuci ngai hikmah dimane ngedapatkan
jawaban dadi gegale masalah
Leme: kesameratean hidup ne jelmekangok Indonesia...

Pancasila (Ambon)1. Torang samua tawu cuma ada Tuang Allah yaitu Tete manu...
2. Orang ambon samu harus tau adat
3. acang deng obet harus bisa bakubae
4. Paitua deng maitua harus bae-bae di rumah rakyat
5. samu harus bisa jaga diri karna ambon lapar makan orang....... ...

Pancasila (Manado)1. Cuma boleh ba satu Tuhan
2. Selalu adil kong ja pake ontak
3. Torang samua satu, Bangsa Indonesia
4. Tu rakyat musti slalu bakumpul kong bicara bae-2 spy slalu ada
kaputusan gagah yg semua trima deng nang hati.
5. Voor seluruh rakyat Indonesia, nyanda ada tu jabaku kase beda-2
perlakuan.

Pancasilo (Padang)ciek: Bintang Basagi Limo
duo: Rantai pangikek kudo
tigo: pohon baringin gadang tampek kito bacinto
ampek: kapalo banteng bataduk duo
limo: padi jo kapeh pambaluik nan luko..

MERDEKAAA!!! !!!!!!!!! !!!!!!!!! !!!

BEBEK tanpa JUDUL

ini kali kedua gw nulis tentang ke kuliner an...

ya dehh,, ngaku,, gw emang doyan makan. apalagi gratisan,,, hueheueheueheu

semalem nih,,, JJS lagi sama oom. mengenang perjalanan cinta kita... hahahahaha... so ABG pacaran banget dah kita,, pake gamis merah ceria plus lipstik merah dan bedakan,, (catet, bedakan loh guee,, ke kantor aja gw ga pernah bedakan) oom pake kemeja lengan panjang biru plus celana bahan <serasa mo kondangan>

ngabuburit sambil pelukan naek motor.. untung udah SAH, jadi ga batal puasa kita,,, buka pake jus sirsak ma gorengan pinggir jalan, lanjut solat magrib di masjib Cikarang baru,, trus hunting makanan berat penghilang lapar. si oom pengen bebek, mengobati rasa kecewa karena minggu lalu makan di bebek slamet yang gak banget, kita melabuhkan diri di pinggiran jalan, gerobag an gitu, tapi di ruko juga c, lesehan ada duduk di kursi ada. kita milih lesehan, di gerobagnya ada buletan mirip helm, pas dideketin, olala! ternyata itu tempayan buat sambel bebek nya.. unik banget deh,,,

kita pesen entok sama bebek,, makan berdua dibawah langit malam, berdua doang, karena emang masih suasana solat magrib ituu... si mas2 nya banyakan, ada temennya juga, bawa organ kecil, mule dah tuts2nya di teken, mengalun lagu2 mule dangdut, sampe lagu ska, minus suara si mas2 nya <sadar diri kali ya,, buat ga ngilangin nafsu makan pembeli dengan suaranya...>

penampilan bebek ma entok nya ga bisa gw share disini, lupa motret, dan lagi ga ada di gogling juga,,, tanpa nama juga dy jual nya.. tapi soal rasa,, jauhh lebih enak dari bebek slamet.. gw mikir, kalo nih menu ada di resto bebek slamet itu,, pasti jadi primadona di resto itu,, harganya bisa 2x lipat dari bebek slamet nya sendiri.

minumnya teh manis anget dan gw beli 2 porsi lagi entok buat sahur, pas gw bayar,, total jendral 48 ribu.. murah gilak kan?? dibanding bebek slamet yang nehong juga bikin nyesel karena kelar makan, kita tetep laper,, di bebek yang 1 ini, nasi ma bebeknya ukuran jumbo,, gw sampe mutasiin sebangian nasi dan sayap bebek nya dari piring gw ke piring oom..

Alhamdulillah, kenyang dan puas....

kapan2 kita kesana lagi ya oom..

mas2 pelayannya ga kalah ganteng dan tentunya kreatif dibanding di bebek slamet,,, ♥♥♥

we love bebek

Gayamu / Gayaku???



Dear my bloggy (kalo di buku kan, diary, kalo blog gini? bloggy?? kok sounds like doggy ya?)

hari ini tepat setahun gw memutuskan buat menutupi tubuh gw dengan hijab. awal pemakaian jilbab gw adalah dengan pashmina. bukaann,, bukan mo gegayaan,, cuma emang gw paling ga bisa pake jilbab model segi4 paris gitu. gw paling ga bisa ngelurusin kanan ma kiri <cacat ini namanya.. ahahahahahaha.. ngakuuu>

Akhirnya gw pake pashmina, libet sana sini ga jelas juntrungan, asal kliatan oke aja, jadi sampe sekarang, gw tetep pake pashmina buat ganti kerudung.

ternyataaaaaaaaa,,, mode hijab masa kini adalah persegi panjang ato sejenis pashmina,, mulailah di sekeliling gw hijrah ke pashminaan,,,

menurut gw, gimanapun hijab nya, model kek gimana aja, asal busananya tertutup dan syar'i, gapapa..

asal bukan mode berkerudung, tapi ketat sana sini, ngebentuk body, bahkan kalo duduk celengan (maaf) nya kliatan... mending ga jilbaban..

Kepada sahabatku, Malaysia


Hai, sahabatku Malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? Wah, tentunya sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu karena sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tapi, walaupun sibuk, jangan lupa untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban.

Hai sahabatku Malaysia. Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa Sayange ya, ups lupa... lagu Rasa Sayang Hey. Lagu itu memang punya irama yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk berbalas pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang bagus, makanya kamu bilang bahwa lagu Rasa Sayang Hey itu adalah lagumu. Tenang saja, aku nggak marah kok, sebab aku masih punya ribuan lagu lainnya. Kamu mau?

Hai sahabatku Malaysia. Jangan lupa ya lebaran nanti kamu pasti dikunjungi oleh saudara-saudaramu. Wah, di rumah pasti sibuknya luar biasa. Piring yang kotor, gelas yang berantakan, karpet yang terkena tumpahan kuah, atau sampah yang berserakan. Sahabatku, kamu jangan khawatir. Sebab, saudaraku akan memberesi semua yang berantakan itu. Kalau saudaraku tidak bekerja sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk saja, disuruh loncat dari jendela, atau gajinya nggak usah diberi. Bukannya kamu selama ini juga begitu?

Hai sahabatku, Malaysia. Di saat lebaran nanti, jangan marah ya kalau ada asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu. Karena hanya itu oleh-oleh yang bisa aku berikan kepadamu. Meski sebenarnya aku ingin memberikan buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa ya kalau pohon-pohonku sudah kamu ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan hutan di Sumatera dan Kalimantan sekarang sudah habis olehmu.

Hai sahabatku, Malaysia. Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu akan pakai batik motif perang itukan? Wah, kalau itu sih memang bagus sekali. Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta. Sama? Memang sama, tapi kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana.

Apalagi ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan lauknya rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana. Aku pernah lho dapat kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN MALAYSIA. Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep makanan dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep khas Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok, bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari Malaysia pun aku nggak marah.

Hai sahabatku, Malaysia. O ya menjelang lebaran nanti  ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa dengan Soyuz. Wah, selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak sia-sia bapak-ibu guru kami mengajari anak-anak Malaysia pendidikan. Bahkan sampai sekarang pun masih banyak kan profesor Indonesia yang mengajar di sana. Wah, kalau kamu lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak apa-apa. Karena bagi aku guru itu adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi kalau kamu melupakan sejarah dan kenyataan itu ya wajar saja.

Hai sahabatku, Malaysia. Suatu saat nanti aku akan berlebaran di sana. Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku INDONESIA dan bukan INDON. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh, selama ini kamu juga sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang ngakunya tua bangka. He he he he....

Ya sudah sahabatku, Malaysia. Di bulan yang baik dan berkah ini, kuucapkan kepadamu untuk menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan sedih.... aku, Indonesia nggak apa-apa kok. Aku selalu paham kok kalau kamu memang begitu, dan memang sifatnya begitu.

dari sahabatmu,
Indonesia

PS:
Eh, aku punya lagu lebaran yang dinyanyikan BIMBO. Kamu mau ambil nggak?